Laman

Senin, 13 Juni 2011

Ulang Tahun, Masih Adakah Artinya?


Apalah arti hari ulang tahun?
Pertanyaan di atas ditujukan bagi setiap orang tanpa terkecuali, karena begitu dia mulai datang ke dunia maka itulah dimulainya suatu kehidupan. Pencatatannya kemudian menjadi hari ulang tahun, hari jadi, dies natalis yang akan selalu datang setiap tahunnya, kecuali tanggal 29 Februari yang datang empat tahun sekali. Bagi anak-anak, ulang tahun adalah saatnya mendapatkan hadiah, bukan hanya dari orang tua, bila memungkinkan dari teman-temannya dengan dirayakan. Perasaan senang dan gembira anak-anak bukan karena pertambahan usia namun terlebih karena iming-iming hadiah. Hingga memasuki usia dewasa, usia tujuh belas tahun adalah awal kegembiraan remaja dengan sweet seven teen-nya. “Pesta” masa remaja dengan teman-teman yang dirayakan dengan berbagai cara menorehkan kenangan tersendiri yang tak akan terlupa, termasuk juga yang merayakannya sendirian atau cara sederhana karena usia itu adalah momen penting memasuk babak menuju usia dewasa.

Apakah artinya bagi seorang dewasa? Orang dewasa menjadi merasa lebih tua dengan penambahan usia dan dijadikan sarana merefleksikan diri. Bahkan penambahan usia diartikan sebagai pengurangan usia hidup. Ulang tahun hanyalah simbol, mengingat kembali hari lahir. Bahkan hari lari dijadikan untuk memudahkan mengingatkan masa berlaku pencatatan-pencatatan kependudukan, ulang tahun dijadikan tanda berawal dan berakhirnya KTP, SIM, dan lain sebagainya. Jujur,  cara ini lebih mudah membantu orang, namun tetap saja banyak yang melupakannya.

KELAHIRAN, itulah awal titik kritis hidup dimulainya kehidupan seseorang. Titik-titik kritis berikutnya menyusul seiring berjalannya waktu dengan terulangnya hari ulang tahun. Bahkan hari ulang tahun tak lebih menjadi tamggal biasa. Bersyukur bila ada keluarga dan handai taulan yang senantiasa mengingatkannya, bahkan bila bisa merayakan bersama mereka. Namun tidak perlu berkecil hati jika mereka yang dicintai tidak pernah mengingatkan atau bahkan diri sendiri menganggap hal yang biasa atau malahan melupakannya. Semua itu sah-sah saja. Yang lebih utama adalah memaknai setiap pertambahan umur dengan mereflesikan apa yang sudah dialami, didapatkan atau akan dicapai seseorang.

Life begins fourty.
Kehidupan dimulai dari usia empat puluh. Pertanyaan berikutnya apa yang terjadi di usia di bawah empat puluh. Bila boleh mengambil istilah gaulnya maka pertanyaannya “Kemana aja lu” selama ini? Usia empat puluh adalah dimulainya paruh kehidupan kedua, dimana pencarian jati diri, kematangan diri secara ekonomi, sosial dan budaya pada usia ini sudah menuju kemantapan dan kematangan kehidupan. Asam garam kehidupan telah dirasakan di berbagai tempat dan bagian waktu yang menambah kasanah warna kehidupan. Di usia itu diharapkan sudah menemukan tujuan hidup dan  mencapai impian-impian, tidak mereka-reka atau baru mencarinya. Bila itu yang dilakukan maka kau sudah terlambat. Bahkan ada yang berpendapat bahwa di usia itu seharusnya sudah bisa menikmati hasil jerih parah selama empat puluh tahun

Energi yang tersisa lebih banyak kepada energi moral atau batin. Kekuatan fisik akan terus menurun dan hidup makin bergumul dengan fisik dan kesehatan. Berita baiknya adalah kita lebih mudah berdamai dengan kehidupan yang memudahkan kita melewati titik-titik kritis hidup dengan lebih santai dan tenang. Penurunan fisik bukan hal besar, karena sudah ditemukannya passion sebagai energi baru yang memungkinkan kita mengerti akan tujuan, impian dan bagaimana menjalani hidup ini dengan cara sendiri atau istilahnya “Gue banget”. Pencapaian berikutnya hanya tinggal meneruskan dan memantapkannya saja.

Setiap paruh waktu dalam hidup memberikan goresan dan makna tersendiri. Pengalaman pahit dan manis selalu akan terulang. Ujian besar dan kecil pasti akan terlewati, karena menjadi manusia dewasa adalah senantiasa mampu menyikapi berbagai perubahan dalam kehidupan. Perubahan fisik adalah hal yang alami dan lumrah, perubahan moral harus diperbaharui dari hari ke hari.

Akhir dari semuanya adalah ucapan syukur kepada yang Kuasa sebagai orang beriman, bahwa telah diberikan pertambahan usia dan rezeki baik secara lahir maupun batin. Sisa umur selanjutnya digunakan untuk terus mengeksporasi jati diri dan mengaktualisasikan diri sesuai keinginan, harapan dan passion. Kerikil, batu besar, dan batu tajam telah banyak dilewati dan akan terus merintangi sepanjang jalan kehidupan. Kehidupan adalah persoalan dan persoalan membuat orang memiliki harapan akan kehidupan. Kehidupan setali tiga uang denga persoalan. Persoalan membuat manusia menjadi pribadi yang dewasa, matang dan mandiri.  

Masih berartikah hari ulang tahunmu? “Selamat merayakannya” dengan caramu.....

Selamat berefleksi!
Teriring doa dan ucapan syukur tiada henti di hari ulang tahun seorang Siana Ria.
Jakarta, 14 Juni 2011.

2 komentar:

  1. selamat ulangtahun Kak...

    BalasHapus
  2. Ulang tahun = makan2 (penyakit anak kos) :D

    Menurutku lebih mantap kalau memaknai hari kelahiran sebagai rasa syukur untuk waktu yang telah dilalui juga sekaligus rasa was-was karena waktu yang tersedia semakin sedikit...

    BalasHapus